79 Tahun Pancasila sebagai Ideologi: Refleksi dan Tantangan di Era Globalisasi



Senin 1 juni 2024, memperingati hari lahir pancasila. Saat ini pancasila sudah mamasuki usia ke 79 tahun, selama 79 tahun pancasila sudah mengalami beberapa tantangan. Dan saat ini pancasila harus menghapi era Globalisasi yang bertolak belakang di setiap nilai nilai luhur yang terdapat dalam pancasila. 

Kita bangsa indonesia bersyukur atas ideologi yang sempurna, Yang disusun baik oleh para pendahulu. Pancasila merupakan ideologi yang bersifat universal yang tidak hanya fokus terhadap suatu pembahasan.


Saya percaya Ideologi pancasila mampu menjadi pedoman kehidupan bernegara di era saat ini dan seterusnya. 

Generasi Z sejak kecil sudah mengenal tekhnologi dan media sosial, hidup berdampingan dengan tekhnologi digital sehingga sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Zaman ini menjadi zaman digital, dimana masyarakat generasi Z sudah mulai terbiasa mengikuti perkembangan zaman.


Adapun kekhawatiran kita bersama yaitu lunturnya nilai nilai pancasila yang seperti kita ketahui bersama, saat ini terjadinya Globalisasi suatu perubahan yang dasyat terhadap perkembangan zaman khususnya di tekhnologi dan Digital. 

Dengan perkembangan Digital, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dari luar maupun dalam negeri. Dan juga Kita dapat melihat masyarakat sekarang sudah terbiasa membagikan informasi kehidupan pribadi di media sosial setiap harinya.


Arus Globalisasi dapat memudarkan nilai-nilai pancasila, Norma dalam beretika di masyarakat, bahkan budaya. Sila pertama Ketuhanan yang maha esa; setiap urusan kehidupan, penyelenggaraan negara, kebebasan dan Hak asasi manusia haruslah berlandasan dengan sila pertama melibatkan ajaran agama. Apakah perilaku kita saat ini sudah sesuai dengan ajaran agama yang kita anut di negara ini? 

Kemanusiaan yang adil dan beradab; Setiap individu tumbuh dengan norma dan aturan yang berbeda-beda tergantung dari pola hidup mereka. Generasi Z tumbuh sebagai pribadi yang individualis, setiap orang memiliki keegoisan. Seperti yang kita lihat banyak oknum yang memikirkan untuk kepentingan pribadi dalam menjalankan kegiatan kenegaraan, apakah ini dapat di perbaiki? Seperti yang terjadi saat ini banyaknya oknum kehilangan adab akibat kepentingan mereka.

Persatuan Indonesia; Dapat kita lihat masyarakat sekarang dengan mudah menelan berita tanpa mencari tau fakta yang sebenarnya dan banyaknya Oknum yang tidak bertanggung jawab yang memang sengaja untuk memecah belah demi kepentingan pribadi maupun pribadi orang lain. Apakah setiap individu antara kita sesama warga negara sudah menjadi pribadi yang dapat merawat persatuan bangsa?

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; Dapat kita lihat kondisi masyarakat yang saat ini kehilangan kesempatan dan kepekaan atas keterlibatan dalam mengambil kebijakan. Apakah kita saat ini mampu menggunakan media sosial sebagai sarana yang aman dalam menyampaikan pandangan/evaluasi kinerja pemerintah sebagai masyarakat biasa? 

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia; Kita hari ini sebagai masyarakat ingin melihat kinerja pemerintah yang ber-keadilan, ber-kesempatan yang sama yang dapat dirasakan bagi masyarakat di seluruh wilayah indonesia.

Kita sebagai masyarakat indonesia harus menanamkam nilai nilai pancasila, Pancasila tidak hanya sebagai hafalan tetapi sebagai pedoman landasan. Mari kita implementasikan nilai pancasila dengan menyeimbangi perkembangan dunia tanpa harus melukai nilai dari pancasila di dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan yang aman, nyaman, dan berkeadilan.

Harapan saya agar kita semua dapat memperbaiki diri sendiri, dan mari bersama-sama merawat dan menumbuhkan kesadaran kita sebagai warga negara indonesia. Jadikan Pancasila sebagai pedoman yang membayangi masyarakat indonesia dan jangan pernah sekali-kali kita melupakan sejarah *(JAS MERAH)*.

No comments:

Post a Comment